Pertumbuhan agama Islam di Negara Jerman saat ini sangat pesat. Pada saat ini terdapat sekitar 206 masjid dan 2600 mushalla di Jerman. Sebagian besar sudah ada sejak tahun 1970-an dan diperkirakan sekitar 120 masjid lagi sedang dibangun atau sedang dalam tahap perencanaan. Bertambahnya masjid (sebagai rumah ibadah) di Jerman waktu ke waktu mengindikasikan bahwa Islam berkembang pesat disana. Merespon hal ini, UIN Sunan Kalijaga bersama dengan Goethe Institut Jakarta mengadakan serangkaian acara pameran foto-foto masjid Jerman yang dilaksanakan di Lab. Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga (Suka Resto Basment Masjid Uin Suka) pada tanggal 12-22 Maret 2012. Foto-foto yang dipamerkan ini diabadikan oleh fotografer Wilfried Dechau yang menjelajahi Jerman pada bulan Maret dan April 2008. Karya yang ditampilkan berupa potret mulai dari rancangan arsitektur, interior, sholat Jum’at, para imam dan para jama’ah, yang selanjutnya menceritakan kehidupan masyarakat Muslim di Jerman.
Perkembangan Masjid di Jerman, dan diikuti semakin bertambahnya pula masyarakat Jerman yang memeluk agama Islam, itu menjadi pertanda semakin tingginya rasa percaya diri keberagamaan umat muslim di Jerman. Dan keberhasilan umat muslim di Jerman dalam mengintegrasikan dengan pemeluk agama-agama non-muslim disana, secara akademik merupakan materi analisis yang perlu dikembangan di kampus UIN Sunan Kalijaga.
Demikian dikatakan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy’arie, saat membuka pameran foto, di Suka Resto, Basment Laboratorium Agama, kampus setempat, Senin, 12 Maret 2012. Acara pembukaan pameran foto ini juga dihadiri, oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri selaku Pembantu Rektor Bagian Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “ Kerjasama ini alangkah lebih baiknya jika dilanjutkan secara berkesinambungan, untuk menunjukan bahwa islam itu tidak sempit, islam itu luas dan beragam”, demikian lanjut Musa Asy’arie dalam sambutan pembukaan pameran.
Setelah acara pembukaan pameran, dilanjutkan dengan Diskusi Publik dengan Tema ” Islam dan Studi Keislaman di Jerman “. Forum ini menghadirkan Heidrun Temple (Wakil Dubes Jerman Untuk Indonesia) dan Dr. Phil. Syahiron Syamsudin, MA (Dosen Uin Sunan Kalijaga, Alumni Jerman) sebagai pembicara, serta di Moderatori oleh Dr. Phil.Muhammad Wildan, MA.
“ Walaupun Negara Jerman merupakan negara sekuler tetapi Negara Jerman sangat menghargai dan menghormati agama dan keberagaman, hal inilah yang menyebabkan islam mampu berkembang pesat di Jerman”, terang Hedrun Temple di awal diskusi.
Awal masuknya agama Islam pertamakali di bawa oleh bangsa Turki, yang semula berdagang dan berbisnis. Seiring berjalnnya waktu bangsa Turki menjadi nyaman dan akhirnya membawa keluarga dan kerabat. Mengingat agama mereka islam maka mulailah didirikan masjid-masjid di negara Jerman.
Pada saat ini, islam yang ada di Jerman sudah mampu membaur dengan masyarakat dan kebudayaan Jerman. Islam yang ada di Jerman tidaklah homogen tetapi terdiri dari bermacam-macam aliran yang semuanya saling menghormati dan hidup secara berdampingan. “ Sebelumya, pada kelompok Bangsa Turki Khutbah Sholat Jum’at dilakukan dengan menggunakan Bahasa Turki, akan tetapi setelah tahun 2010, Khutbah Sholat Jum’at dilakukan dengan Bahasa Jerman”, tutur Syahiron menceritakan pengalamannya ketika berada di Jerman.
“ Dibukanya Islamic Studies di universitas-universitas di Jerman menunjukkan bahwa Jerman memberikan respon positif pada Islam. Adapun fokus dari islamic studies yang dikembangkan di Jerman yang pertama yaitu Pendidikan dan Dakwah yang mana bertujuan untuk menciptakan para pendidik, da’i, khatib untuk sekolah-sekolah dan masjid-masjid di negara Jerman. Yang kedua yaitu, Kajian Akademik Tentang Islam yang menggunakan pendekatan metode teori ilmiah dengan pendekatan Sosiologi, Psikologi dan Antropologi”, tambah Syahiron.
Ditemui di tempat terpisah, Direktur Lab Agama UIN Suka, Dr. H. Waryono Abdul Ghafur M.Ag menginformasikan bahwa rangkaian acara pameran ini juga akan dimeriahkan dengan Workshop Fotografi selama tiga hari mulai tanggaln 13-15 Maret 2012 yang menghadirkan Wilfried Dechau secara gratis. (*Doni-Humas UIN Suka).